Rabu, 20 Maret 2019

Pengertian qolqolah Sugro dan Kubro

Kalkalah[1] atau qalqalah (bahasa Arab: قلقلة, "qalqalat") adalah bacaan pada huruf-huruf qalqalah dengan bunyi seakan-akan berdetik atau memantul.[2] Huruf qalqalah ada lima yaitu qaf (ق), tha (ط), ba' (ب), jim (ج), dan dal (د). Qalqalah terbagi menjadi dua jenis:
  • Qalqalah Sugra yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adalah asli karena harakat sukun dan bukan karena waqaf.
Contoh: ﻴَﻄْﻤَﻌُﻮﻥَ, ﻴَﺪْﻋُﻮﻥَ
  • Qalqalah Kubra yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu dimatikan karena waqaf atau berhenti. Dalam keadaan ini, qalqalah dilakukan apabila bacaan diwaqafkan tetapi tidak diqalqalahkan apabila bacaan diteruskan.
Contoh: ٱﻟْﻔَﻟَﻖِ, ﻋَﻟَﻖٍ
Sekian dan terima kasih!!!

Pengertian Tafkhim dan Tarqiq

A. Pengertian Tafkhim dan Tarqiq
Tafkhim ( تَفْخِيْمُ ) merupakan masdar dari Fakhama ( فَخَّمَ)yang berarti menebalkan. Sedang yang disebut dengan bacaan Tafkhim adalah menyembunyikan huruf-huruf tertentu dengan suara atau bacaan tebal.
Pada pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa bacaan tafkhim itu menebalkan huruf tertentu dengan cara mengucapkan huruf di bibir (mulut) dengan menjorokkan ke depan (bahasa jawa: Mecucu), bacaan tafkhim kadang-kadang disebut isim Maful Mufakhamah ( مُفَخَّمَةٌ )
Tarqiq ( تَرْقِيْقٌ )merupakan bentuk masdar dari raqqaqa ( رَقَّقَ ) yang berarti Menipiskan. Sedang yang dimaksud bacaan Tarqiq adalah menyembunyikan huruf-huruf tertentu dengan suara atau bacaan tipis.
Pada pengertian itu tampak, bahwa tarqiq menghendaki adanya bacaan yang tipis,dengan cara mengucapkan huruf dibibir (mulut) agar mundur sedikit dan tampak agak meringis. Bacaan Tarqiq kadang-kadang disebut sebagai isim mafulnya yakni muraqqaqah ( مُرَقَّقَةٌ)
B. Bacaan Tafkhim
Huruf hijaiyah yang wajib dibaca tafkhim terdapat 7 huruf yaitu huruf istila’ yang berkumpul pada kalimat خُصَّ ضَغْطٍ قِظْkesemuanya harus dibaca tebal.
Contoh:
اُدْخُلُوْهَا , وَالصَّافَّاتِ , فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ , وَالَّطيِّبُوْنَ , فَالحَقُّ اَقُوْلُ , اِنَّامُنْتَظِرُوْنَ
Selain ke tujuh huruf tersebut, harus dibaca tarqiq kecuali huruf lam dan ra yang mempunyai ketentuan sendiri.
Pertama, huruf lam tetap dibaca tafkhim jika berada pada lafad jalalah (لَفْظُ اْلجَلَالَة) , yakni lam yang terdapat pada lafad الله dengan syarat lam tersebut didahului tanda baca fathah atau dhammah.
Contoh:
صَلَاةُ اللهِ  Dibaca Shalatullah
سَلَامُ اللهِ  Dibaca Salamullah
سُبْحَانَ اللهِ  Dibaca Subhanallah
شَهِدَاللهِ     Dibaca Syahidallah
Kedua, ra’ wajib dibaca tafkhim (tebal) apabila:
1. Ra’ bertanda baca fathah. Contoh :
رَحْمَةَ اللهِ , حَشَرَةٌ , الرَّحْمنِ الَّرحِيْمِ , الفُقَرَآءَ
2. Ra’ bertanda baca dhammah. Contoh :
الأَخْيَارُ , كَفَرُوْا , أُذْكُرُوااللهَ , رُفِعَتْ
3. Ra’ bertanda sukun (mati), sedangkan huruf dibelakangnya berupa huruf yang fathah. Contoh:
مَرْحَبًا , تَرْزُقُكُمْ , مَرْيَمُ , قَرْيَةٍ
4. Ra’ bertanda sukun, sedangkan huruf dibelakangnya berupa huruf yang didhammah. Contoh :
ذُرِّيَّةً , قُرْبَةً , عُرْيَانًا , حُرْمَةً
5. Ra’ yang bertanda baca sukun, sedangkan huruf dibelakangnya berupa huruf yang dikasrah, namun kasrah ini bukan asli namun yang baru datang. Contoh:
إِرْجِعِى , إِرْحَمْ , إِرْجِعُوْا ,اَمِ ارْتَابُوْا
6. Ra’ bertanda baca sukun, sedangkan huruf yang dibelakangnya berupa huruf berharakat kasrah asli dan sesudah ra’ bertemu huruf istila’ (حرف استلاء) yang terdapat tujuh huruf yang terkumpul dalam kalimat خُصَّ ضَغْطٍ قِظْcontoh :
يَرْضَاهُ , فُرْقَةٌ , لَبِالْمِرْصَادِ , قِرْطَاسٌ
C. Bacaan Tarqiq
Pertama, huruf lam dibaca tarqiq (tipis), jika huruf lam itu berada dalam lam jalalah yang didahului huruf yang bertanda baca kasrah.
Contoh:
الحَمْدُلِلّٰهِ , بِاللهِ , مِنْ عِنْدِ اللهِ , بِسْمِ اللهِ
Semua lam yang tidak berada lafad jalalah sebagaimana diatas maka harus dibaca tarqiq (tipis) contoh:
لَيَعْلَمُوْنَ , اِلَى اْلِابِل , مِنَ اْلعِلْمِ , كَلَّا لَوْتَعْلَمُوْنَ عِلْمَ اْليَقِيْنِ , بِكُلِّ اٰيَةٍ
Kedua, ra’ wajib dibaca tarqiq (tipis) jika :
1. Huruf ra’ bertanda baca kasrah, contoh :
رِضْوَانٌ , مَعْرِفَةٌ , رِجْسٌ , سَنُقْرِئُكَ
2. Huruf ra’ bertanda baca hidup yang jatuh setelah ya’ mati atau huruf lien, contoh :
الكَبِيْرُ , البَصِيْرُ , مِنْ خَيْرٍ , لَخَبِيْرٌ
3. Huruf ra’ mati dan sebelumnya ada huruf yang berharokat kasrah asli, sedangkan sesudah ra’ bukan huruf istila’. Contoh :
شِرْكٌ , اَاَنْذَرْهُمْ , فِرْعَوْنُ , لَشِرْذِمَةٌ
Cukup sampai disini pembahasan tentang Hukum Bacaan Tafkhim Dan Tarqiq.Semoga mudah dipahami dan menambah ilmu tajwid kita guna membaca Al Qur’an dengan benar sesuai standar.
Untuk bahan latihan, mari perhatikan kalimat berikut ini dan bedakan bacaannya Tafkhim dan Tarqiq:
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, إِذَاجَاءَ نَصْرُاللهِ وَاْلفَتْحُ وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِى دِيْنِ اللهِ اَفْوَاجًا. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ اِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (الفتح)

Sekian semoga bermanfaat!!

Pengertian Al Qomariyah dan Al Syamsiah

  1. B.     Pengertian Al Qamariyah
    1. Al” Qamariyah adalah “Al” yang dirangkai  dengan kata benda (isim) yang diawali dengan salah satu dari huruf-huruf qamariyah. Qamariyah artinya seperti Bulan
  1. Jumlah huruf qamariyah ada 14 huruf, seperti terangkum dalam rangkaian huruf atau kalimat: yaitu huruf-huruf ( ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م ه ).
  2. Cara membaca “Al” Qamariyah harus jelas (izhhar), yakni tetap kelihatan bacan lam sukunnya. Karena itulah hukum bacaan “Al” Qamariyah sering disebut dengan Izhhar Qamariyah (إِظْهَارْ قَمَرِيَّةْ).
Contoh-contoh bacaan “Al” Qamariyah .
No.TertulisDibacaKeterangan
 1.
اَْلاَحَدُ
اَلْ اَحَدُ
اَلْ
أ
 2.
اَْلبَصِيْرُ
اَلْ بَصِيْرُ
اَلْ
ب
 3.
اَْلغَفُوْرُ
اَلْ غَفُوْرُ
اَلْ
غ
 4.
اَْلحَلِيْمُ
اَلْ حَلِيْمُ
اَلْ
ح
 5.
اَْلجَحِيْمُ
اَلْ جَحِيْمُ
اَلْ
ج
 6.
اَْلكَرِيْمُ
اَلْ كَرِيْمُ
اَلْ
ك
 7.
اَْلوَدُوْدُ
اَلْ وَدُوْدُ
اَلْ
و
 8.
اَْلخَبِيْرُ
اَلْ خَبِيْرُ
اَلْ
خ
 9.
اَْلفَتَّاحُ
اَلْ فَتَّاحُ
اَلْ
ف
10.
اَْلعَلِيْمُ
اَلْ عَلِيْمُ
اَلْ
ع
11.
اَْلقَدِيْرُ
اَلْ قَدِيْرُ
اَلْ
ق
12.
اَْليَوْمُ
اَلْ يَوْمُ
اَلْ
ي
13.
اَْلمُؤْمِنُ
اَلْ مُؤْمِنُ
اَلْ
م
14.
اَْلهَادِىْ
اَلْ هَادِىْ
اَلْ
ه
Perbedaan Alif Lam Syamsiah dan Alif Lam Qomariah

 NoAlif Lam Syamsiah Alif Lam Qomariyah
1Pada alif Lam syamsiah terdapat tanda tasyidَّPada alif lam Qomariyah terdapat tanda sukun / mati ْ
2Huruf اَلْ pada Alif lam Syamsiah tdk dibaca al melainkan lebur kedalam huruf didepanyaHuruf l اَلْ pada Al Qomariyah dibaca al  ( jelas al nya )
3Didepan Huruf اَلْ terdapat huruf syamsiahDidepan Huruf اَلْ terdapat huruf al qomariyah
4 Hurufnya ada 14 yaitu ط ث ص ر ت ض ذ ن د س ظ ز ش ل Hurufnya ada 14 yaitu ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م ه
Untuk ringkasan materinya, bisa melihat    disini !   Semoga bermanfaat bagi kalian.

Hukum nun mati dan tanwin

Hukum Nun Mati (sukun) dan tanwin adalah salah satu tajwid yang terdapat dalam Al-Qur'an. Hukum ini berlaku jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf tertentu.
Hukum ini terdiri dari 4 jenis, yaitu:

IzharSunting

Jika nun mati atau tanwin bertemu/menghadap salah satu huruf izhar yaitu ح,خ,ع,غ,أ,ھ cara membacanya jelas, dan terang tidak diperbolehkan untuk mendengung.

IdgamSunting

Hukum bacaan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

Idgam bigunnahSunting

Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf huruf seperti: mim (م), nun (ن) wau (و), dan ya' (ي), ia harus dibaca dengan dengung.
Contoh: فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ harus dibaca Fī ʿamadim mumaddadah.

Idgam bilagunnahSunting

Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf seperti ra' (ر) dan lam (ل), maka ia harus dibaca tanpa dengung.
Contoh: مَنْ لَمْ harus dibaca Mal lam

PengecualianSunting

Jika nun mati atau tanwin bertemu dengan keenam huruf idgam tersebut tetapi ditemukan dalam satu kata, seperti بُنْيَانٌ, اَدُّنْيَا,قِنْوَانٌ, dan صِنْوَانٌ, maka nun mati atau tanwin tersebut dibaca jelas.

IqlabSunting

Hukum ini terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba' (ب). Dalam bacaan ini, bacaan nun mati atau tanwin berubah menjadi bunyi mim.
Contoh: لَيُنۢبَذَنَّ harus dibaca Layumbażanna

Ikhfa' haqiqiSunting

Jika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf seperti ta'(ت), tsa' (ث), jim (ج), dal (د), żal (ذ), zai (ز), sin (س), syin (ش), sad (ص), dad (ض), tha (ط), zha (ظ), fa' (ﻑ), qaf (ق), dan kaf (ك), ia harus dibaca samar-samar (antara Izhar dan Idgam)
Contoh: نَقْعًا فَوَسَطْنَ

Pengertian baca tulis quran

Baca Tulis Al-Qur'an atau yang disebut juga BTQ adalah salah satu pelajaran tambahan yang baru ada 3 tahun belakangan ini. BTQ seniri 'lahir' di Jawa Timur, tepatnya Kab. Pasuruan.

BTQ sendiri di buat sebagai salah satu mata pelajaran karena mengingat saat ini semakin majunya perkebangan zaman, manusia yang seharusnya hidup untuk mencari ridho Allah, lupa akan kesibukan dunia.M ereka menganggap dunia adalah segala-galanya. Mereka menganggap seolah-olah dunia ini tidak akan hancur.

Dan juga mayoritas di Negara Indonesia pemeluk aga Islam menjadi dominan daripada yang lain. Namun para pemeluknya banyak yang tidak bisa 'membaca' ayat suci Al-Qur'an. Padahal untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim, yaitu sholat yang menuntut kita untuk membaca ayat suci Al-Qur'an. Bagaimana bisa kita menjalankan kewajiban kita, padahal kita tak bisa membacanya?

Untuk itu, salah satu guru dari SMP N 1 Sukorejo mengajukan proposal dan presentasi untuk 'membumikan' membaca Al-Qur'an. BTQ adalah belajar untuk 'membaca dan menulis Al-Qur'an'.

"Memang, awal 'mempromosikan' ke dinas Pendidikan mengalami kesulitan. Tapi dengan tujuan saya yang mulia, alhamdulillah prgram say aini dapat dilaksanakan", tambah salah satu tim pengaju pelajaran baru ini.

BTQ memang satu pelajaran baru yang mulai dilaksanakan pada tahun 2008 serentak. Namun pelajaran ini hanya terlaksana di Kab. Pasuruan.

"Itu tidak masalah. Setidaknya ipian saya untuk membuat ibadah orang lain menjadi lebih 'afdhol' dengan membaca Al-Qur'an", tanggap salah satu tim pengaju. Beliau juga mengharapkan, pelajaran ini bisa diterapkan di Kabupaten lain.

Pelajarab BTQ memang sangat bermanfaat. Pelajaran BTQ untuk saat ini diterapkan mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA di Kab. Pasuruan.